Presiden Joko Wododo dengan Ibu Negara Iriana Iriana Widodo
bersama CEO Google Sundar Pichai
CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR
5 Dampak Yang Sebentar Lagi Bakal Dirasain Oleh Indonesia Ketika Jokowi
Bertemu Para CEO Startup Dunia ...
Bersama Mark Zuckerberg, CEO sekaligus Pendiri Facebook, Jokowi Jajal Oculus Rift
Kunjungan
Presiden Joko Widodo ke Negeri Paman Sam, beberapa waktu lalu bukan tanpa
sebab. Selain memperkuat hubungan Bilateral di Kedua Negara melalui pesan
perdamaian dan kesejahteraan untuk semua yang telah disampaikannya dalam
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS yang berlangsung pada 15-16 Februari
2016 di Sunnylands, California Amerika Serikat, ternyata ada maksud lain
kedatangan Jokowi Ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Misi untuk
meningkatkan Industri Usaha Mikro Kecil Menengah di tengah era Keterbukaan
Ekonomi dan Inovasi Teknologi Digital menjadi prioritas selanjutnya dalam
kunjungannya kali ini. Maka dari itu nggak heran jika, Bapak Presiden yang satu
ini di tengah agenda kerjanya di Amerika Serikat, menyempatkan diri untuk
menemui beberapa CEO Startup Dunia.
Jokowi dan CEO Twitter, Jack Dorsey
Sebut
aja :
- Sundar
Pichai, CEO dari Perusahaan Multimedia Raksasa Google
- Mark
Zuckerberg, CEO sekaligus Pendiri Facebook
- Jack
Dorsey, CEO Twitter
- Saeed
Amidi, CEO Plug and Play
Dari
Kunjungan Beliau ke beberapa CEO Startup Dunia, pastinya kalian tahu? Maksud dan tujuan Jokowi adalah untuk memajukan UMKM, khususnya di bidang Ekonomi Kreatif di Indonesia. Ini sesuai banget dengan Program Nawa Cita
yang dilaksanakan pada Kabinet Kerjanya. Secara, Orang Indonesia, terlebih Generasi Mudanya memang Kreatif Banget. Dan
rasanya punya taste yang tinggi kalau dah ngomong soal ide dan kreativitas Anak
Bangsa. Jadi penasaran, kalau yang diomongin Jokowi kemarin sama Para CEO
Startup Dunia kejadian bener, Impactnya pada Indonesia apa ya ...?
Jokowi mendengar Pemaparan CEO Plug and Play, Saeed Amidi
Berikut Kami Hadirkan 5 Dampak Yang Sebentar Lagi Bakal Dirasain Oleh Indonesia
Ketika Jokowi Bertemu Para CEO Startup Dunia ...
Dalam
menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kita harus makin lebih pinter dan
selektif melihat situasi yang ada. Di zaman sekarang, menjadi Karyawan saja, belum tentu jamin masa depan. Terus terang bukan ngajarin
yang ngga bener, tapi fakta membuktikan bahwa jadi Karyawan 100% prosesnya
bakal kesita banyak. Buat keluarga Quality Time jadi berkurang, belum lagi
faktor penyakit yang lambat laun bakal kebawa dari effect samping di masa kerja dulu ditambah makin seringnya pulang pergi
dinas kantor.
Jadi Karyawan sah aja, asal punya waktu buat kamu ngasih batas maksimal kerja buat orang 3 sampe 5 tahun. Terlebih jika kamu berkerja di Perusahaan Swsata, atau parahnya lagi Kerja di Perusahaan Keluarga yang umumnya nggak ada jenjang karier. Coba pikirin lagi, cari bisnis yang tepat, terutama ya buat bekal di kemudian hari. Memang keluar dari Zona Nyaman itu nggak muda, tapi selama kita sabar, berdedikasi, dan tentunya nggak lupa doa, tidak ada sesuatu yang ngga mungkin terjadi. Kalau ternyata dibelakang gagal, coba lagi cari bisnis yang lain. Namanya juga proses, pasti ada juga Trial and Errornya.
Jadi Karyawan sah aja, asal punya waktu buat kamu ngasih batas maksimal kerja buat orang 3 sampe 5 tahun. Terlebih jika kamu berkerja di Perusahaan Swsata, atau parahnya lagi Kerja di Perusahaan Keluarga yang umumnya nggak ada jenjang karier. Coba pikirin lagi, cari bisnis yang tepat, terutama ya buat bekal di kemudian hari. Memang keluar dari Zona Nyaman itu nggak muda, tapi selama kita sabar, berdedikasi, dan tentunya nggak lupa doa, tidak ada sesuatu yang ngga mungkin terjadi. Kalau ternyata dibelakang gagal, coba lagi cari bisnis yang lain. Namanya juga proses, pasti ada juga Trial and Errornya.
Di era digital ini, makin banyak orang yang kerja dari rumah dan bisa juga ngehasilin sesuatu untuk dijadikan nafkah buat keluarganya. Syukur, bisa ngasih sesuatu yang berguna buat bangsa. Ini bukan hisapan jempol, sudah banyak buktinya. Dengan bermodal Laptop+Koneksi Internet, banyak Anak Muda Indonesia yang bisa ngehasilin uang yang nilainya gede banget.
Untuk
itu Pak Jokowi sangat concern yang
namanya Ekonomi Kreatif dan berusaha untuk numbuhin banyak Pengusaha Baru di
Indonesia, terutama dari bisnis Teknologi Digital ini. Mengingat jumlah
Pengusaha di Indonesia ternyata masih dikit hanya 1.65% dari 250 Juta Jumlah
Penduduk Indonesia.
Kalau
dipikir enak kan, disaat usaha yang kita rintis lambat laun mengalami perubahan
positif yang signifikan, nggak nutup kemungkinan dari sana bisa tercipta
lapangan pekerjaan. Kuncinya Sabar, Kerja Keras, Konsisten, Harus Dari Hati, +
Doa pastinya ...
Dengan
banyaknya para Pencipta Aplikasi di Indonesia, tentunya bakal bikin hidup kita
jadi lebih mudah. Siapa yang nggak kenal Bukalapak, ngebantu banget bagi Para
Penjual untuk masarin produk mereka di Bukalapak, ada juga Tokopedia, dan Olx.
Belum lagi Go-Jek, aplikasi ini pastinya sangat ngebantu para konsumenya dalam menghadapi kemacetan yang kerap melanda kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya. Selain itu kehadiran Aplikasi Go-Jek, makin buka kesempatan bagi para tukang ojek untuk lebih dapet setoran yang layak. Dengan Aplikasi ini, seakan Tukang Ojek jadi naik kelas. Nggak perlu namanya mangkal. Tinggal nerima order dari Perangkat Aplikasi yang disedian. Makanya Tukang Ojek di Go-Jek ada yang notabenenya Mahasiswa, Karyawan, tapi tetap ngojek buat mata pencaharian sampingan mereka. Akhirnya timbul pula Tukang Ojek Ganteng.
Belum lagi Go-Jek, aplikasi ini pastinya sangat ngebantu para konsumenya dalam menghadapi kemacetan yang kerap melanda kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya. Selain itu kehadiran Aplikasi Go-Jek, makin buka kesempatan bagi para tukang ojek untuk lebih dapet setoran yang layak. Dengan Aplikasi ini, seakan Tukang Ojek jadi naik kelas. Nggak perlu namanya mangkal. Tinggal nerima order dari Perangkat Aplikasi yang disedian. Makanya Tukang Ojek di Go-Jek ada yang notabenenya Mahasiswa, Karyawan, tapi tetap ngojek buat mata pencaharian sampingan mereka. Akhirnya timbul pula Tukang Ojek Ganteng.
3. Banyak Kota di Indonesia yang beralih menjadi Smart City
Dengan
banyaknya Aplikasi yang mendukung cara kerja kita, secara otomatis Pemerintah
akan sadar betul, pentingnya menggunakan sistem aplikasi terhadap Kinerja Pemerintahan Yang Baik (Good Governance). Di Era Reformasi yang
menuntut adanya perinsip keterbukaan terhadap kebijakan Pemerintah. Tentunya segala hal yang menyangkut Pengadaan atau tender proyek, di setiap Instansi
Pemerintah maupun Perusahaan Plat Merah, wajib mengumumkan ke Publik, melalui
Fitur Procurement di website Mereka.
Sejumlah Penerapan Aplikasi baru yang digunakan oleh Instansi Pemerintah, dan Perusahaan Plat Merah, dapat memudahkan penyampaian Informasi Secara Lengkap Ke Publik. Dalam Kasus ini bisa jadi nantinya Kota di Indonesia akan terintegrasi dengan baik dari segi pelayanan, informasi, hingga penyediaan lapangan kerja bagi Masyarakat.
Sejumlah Penerapan Aplikasi baru yang digunakan oleh Instansi Pemerintah, dan Perusahaan Plat Merah, dapat memudahkan penyampaian Informasi Secara Lengkap Ke Publik. Dalam Kasus ini bisa jadi nantinya Kota di Indonesia akan terintegrasi dengan baik dari segi pelayanan, informasi, hingga penyediaan lapangan kerja bagi Masyarakat.
4. Indonesia bakal lebih di kenal lagi di Mata Dunia
Kalibiru, Kulonprogo - Yogyakarta Yang Jadi Beken Berkat Instagram
Peranan
Teknologi Media Digital, khususnya sosial media lambat laun memang membawa
pengaruh postif bagi Indonesia. Terlebih lagi bagi Pariwisata Indonesia. Coba lihat
berapa banyak Website dan Blog yang gencar melakukan Promosi Tentang Potensi
Keindahan Indonesia Di Mata Dunia. Ditambah lagi beberapa Aplikasi yang sengaja dibuat untuk
melihat keindahan Indonesia dengan biaya yang lebih murah. Baik itu dari
Penyedia Layanan Tiket maupun Booking Hotel. Sebut saja Traveloka, PegiPegi,
Trivago, Wego yang selalu dibanjiri konsumen mancanegara untuk membeli tiket maupun booking
hotel dengan tujuan Indonesia.
Daerah yang
dulu kurang terjamah, lambat laun mulai dikenal oleh Masyarakat Dunia. Pulau Padar, Kulonprogo, hingga Sabana Dompu lambat laun jadi Populer di Mata Dunia berkat Instagram. Jadi dengan banyaknya Para Pencipta Aplikasi maupun Web
Developer yang berusaha untuk promosiin
Alam Indonesia yang begitu kaya, pastinya lambat laun Indonesia bakal jadi
salah satu tujuan Destinasi Internasional di banyak daerahnya. So pasti
Indonesia bukan hanya Bali...
Dengan
semangat kerja keras, dedikasi, bekerja dengan hati, ditambah doa, nggak
nutup kemungkinan Indonesia bukan hanya jadi Macan Asia, tetapi Macan Dunia. Dengan syarat, harus dipenuhi oleh setiap Induvidu Indonesia. Terutama masalah Integritas Bangsa harus jadi nomor satu. Baik dari
Pemerintahannya Sendiri, para aparatnya harus buang jauh yang namanya
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, juga masyarakat sipilnya harus buat hal yang sama. Berusaha
melakukan yang terbaik adalah kuncinya. Buat Diri sendiri, Orangtua, dan
Keluarga, Agama, dan Bangsa.
Langkah
yang ditempuh oleh Jokowi memang nggak main-main. Mengingat potensi Sumber
Daya Alam, dan Manusia Indonesia yang luar biasa kreatifnya. Bertemunya beliau
dengan Para CEO StartUp Dunia, tentunya akan membuka jalan bagi mereka untuk
menanamkan Investasi di Indonesia. Membuka pelatihan, dan kesempatan lainnya untuk
menentukan Kehidupan Indonesia Ke arah Yang Lebih Baik ...
Kembali : ARTIKEL
Kembali : ARTIKEL
Terkini Indonesia
Terbaik Indonesia
Travelling
Kita